JakartaVibes.com, Jakarta — Serangan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran berpotensi berdampak serius terhadap keikutsertaan tim nasional sepak bola Iran di ajang Piala Dunia 2026.
Ancaman tersebut tidak hanya mengganggu persiapan teknis tim berjuluk Team Melli, tetapi juga membuka kemungkinan Iran tidak mendapat izin masuk ke Amerika Utara, salah satu tuan rumah turnamen sepak bola terbesar dunia itu.
Iran yang akan menjalani partisipasi ketujuh di Piala Dunia tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Iran dijadwalkan membuka laga grup pada 16 Juni 2026 pukul 08.00 WIB dengan menghadapi Selandia Baru.
Dua pertandingan awal Iran rencananya akan digelar di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, Amerika Serikat, sedangkan laga terakhir fase grup dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle.
Baca Juga: Asa Timnas Futsal Indonesia Kala Menjajal Iran
Masalah Visa Jadi Ancaman Utama Iran di Piala Dunia 2026
Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, tidak ada jaminan resmi dari Pemerintah AS terkait pemberian visa bagi pemain dan staf pelatih Iran.
Meski FIFA menyatakan akan menjamin akses masuk bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026, keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Masalah visa ini bukan sekadar wacana. Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, sebelumnya gagal menghadiri undian fase grup Piala Dunia 2026 pada Desember 2025 di AS karena kendala visa. Beberapa pejabat FFIRI lainnya juga mengalami hal serupa.
Berbicara di televisi nasional Iran di Teheran, Minggu (1/3/2026), Taj menyebut situasi geopolitik terbaru membuat peluang Iran tampil di Piala Dunia 2026 semakin kecil.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, tampaknya kami tidak akan menuju Piala Dunia. Petinggi olahraga dunia yang harus memutuskan (nasib Iran) itu,” ujar Mehdi Taj.
Baca Juga : Misi Putus Kutukan 23 Tahun, PBSI Kirim Skuad Mini ke German Open 2026
Opsi Mundur Jadi Pilihan Terakhir Iran
Meski demikian, Taj menegaskan bahwa mundur secara sukarela dari Piala Dunia 2026 merupakan opsi paling terakhir.
Jika Iran akhirnya absen, besar kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh persoalan visa dan izin masuk wilayah AS, bukan keputusan dari FIFA.
Apabila tidak ada tekanan atau larangan resmi dari federasi sepak bola dunia, Iran diperkirakan akan tetap berjuang untuk tampil di Piala Dunia 2026, terlepas dari situasi politik yang tengah memanas.
Berkaca dari Pengalaman Piala Asia Futsal 2026
Situasi serupa sebelumnya dialami Iran pada Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta pada Januari lalu.
Di tengah kondisi dalam negeri yang tidak kondusif, tim futsal Iran tetap hadir dan tampil hingga partai final.
Pelatih futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengungkapkan kondisi timnya jauh dari ideal. Dalam konferensi pers seusai final pada 7 Februari 2026, ia menyampaikan bahwa kehadiran tim Iran merupakan bentuk penghormatan terhadap olahraga Asia.
“Seandainya kami diizinkan, kami lebih baik berada di negara kami untuk bersama keluarga. Kami tengah mengalami situasi yang sulit, jadi kehadiran kami adalah wujud penghormatan kami kepada futsal Asia,” kata Shamsaee.
Baca Juga : Aturan Baru Lapangan Padel di DKI, Tak Punya PBG Langsung Bongkar!
Nasib Iran Masih Menunggu Keputusan Global
Hingga kini, nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 masih bergantung pada perkembangan geopolitik dan keputusan otoritas internasional.
Dunia sepak bola menanti apakah konflik politik akan kembali memengaruhi partisipasi sebuah negara di panggung olahraga global.









