Inovasi Pangan Lokal Bawa Peneliti SGU Masuk Asian Scientist 100

Foto: Della Rahmawati, S.Si., M.Si., Ph.D., peneliti sekaligus Kepala Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Swiss German University (SGU), berhasil terpilih ke dalam daftar Asian Scientist 100. (Istimewa)

JakartaVibes.com, Tangerang – Swiss German University (SGU) kembali menorehkan prestasi internasional.

Della Rahmawati, S.Si., M.Si., Ph.D., peneliti sekaligus Kepala Program Studi S-1 Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati SGU, berhasil terpilih ke dalam daftar Asian Scientist 100.

Daftar bergengsi yang diterbitkan setiap tahun oleh Asian Scientist Magazine ini memberikan penghargaan kepada para peneliti terbaik di Asia.

Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi signifikan mereka di bidang sains, inovasi, serta kepemimpinan, baik di dunia akademik maupun industri.

Pencapaian ini melengkapi rekam jejak internasional Della di bidang riset pangan dan nutrisi.

Sebelumnya, pada 11 November 2024, Della juga menerima penghargaan bergengsi L’Oréal-UNESCO For Women in Science Award.

Penghargaan itu diraih berkat penelitiannya mengenai solusi nutrisi bagi ibu hamil dan anak-anak di Indonesia melalui pemanfaatan pangan lokal.

Sejak tahun 2014, Della berfokus pada penelitian sumber pangan lokal bernutrisi tinggi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Penelitiannya mencakup pengembangan produk pangan inovatif, seperti taburan mirip nori (furikake) berbahan kelakai tanaman paku liar khas Palangkaraya serta tempe nonkedelai berbahan kacang nonkedelai.

Kedua bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi penting dan menunjukkan potensi besar kekayaan hayati Indonesia dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Dalam proses penelitiannya, Della melakukan eksplorasi langsung ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mempelajari karakteristik kelakai di habitat aslinya, mulai dari tanah mineral hingga kawasan hutan gambut.

Penelitian lapangan tersebut bahkan membawanya menjangkau daerah terpencil menggunakan perahu kecil demi mengambil sampel tanaman.

“Melihat langsung keragaman sumber daya alam Indonesia membuka perspektif baru mengenai besarnya potensi pangan lokal yang kita miliki,” ujar Della.

Saat ini, penelitian Della berkembang ke bidang metabolomik dan pengembangan produk pangan berbasis sayuran lokal.

Bersama tim peneliti SGU, ia tengah mengembangkan produk furikake berbahan kelakai dan sayuran lokal lainnya dalam skala terbatas.

Produk tersebut telah memiliki izin edar dan sertifikasi halal, serta diproses melalui teaching factory SGU, PT Tumbuh Sukses Nastari (TSN).

Selain itu, penelitian terkait pemanfaatan tempe gembus dan eksplorasi pangan fermentasi lokal juga terus dikembangkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan alternatif pangan sehat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut.

“Swiss German University sangat bangga memiliki peneliti seperti Della Rahmawati. Penelitiannya tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan sosial, khususnya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat. SGU berkomitmen untuk terus mendukung riset yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi Della, penelitian bukan sekadar tentang publikasi ilmiah, melainkan juga tentang menciptakan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Saya berharap penelitian ini dapat memberikan solusi praktis bagi kesehatan ibu dan anak di Indonesia, sekaligus membuka perspektif baru dalam pengembangan teknologi pangan berbasis sumber daya lokal,” tuturnya.

Melalui inovasi dan dedikasinya, Della Rahmawati menjadi representasi kontribusi ilmuwan perempuan Indonesia dalam menjawab tantangan nasional melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi pangan berkelanjutan. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *