Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan dan Pendidikan DKI Jakarta Tidak Dipangkas, Siapkan Beasiswa Luar Negeri hingga Jenjang S3

Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. (Wikipedia)

JAKARTAVIBES.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di Ibu Kota.

Sejak awal masa kepemimpinannya, Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus memperkuat kedua sektor tersebut melalui peningkatan kualitas layanan sekaligus menjaga bahkan menambah alokasi anggaran.

Menurut Pramono, kesehatan dan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Jakarta di masa depan.

Oleh karena itu, anggaran pada kedua sektor tersebut tidak boleh dikurangi, melainkan harus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara peluncuran sekaligus diskusi buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z karya Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

“Untuk layanan kesehatan, Jakarta saat ini memiliki 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Semuanya bisa dimanfaatkan kapan saja oleh masyarakat Jakarta,” ujar Pramono.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

Keberadaan rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu menjadi bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang diharapkan mampu memberikan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara optimal.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan berbagai program pendidikan yang bertujuan mengurangi kesenjangan sosial sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai program bantuan pendidikan yang selama ini berjalan akan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

Sejumlah program unggulan yang terus dilanjutkan di antaranya adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program bantuan penebusan ijazah bagi peserta didik yang mengalami kendala ekonomi sehingga belum dapat mengambil ijazahnya.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan finansial.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Pramono, realisasi bantuan pendidikan yang telah disalurkan Pemprov DKI Jakarta hingga saat ini mencapai angka yang signifikan.

Sebanyak 707.477 beasiswa telah diberikan kepada peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Sementara itu, 15.825 mahasiswa jenjang Sarjana (S1) telah menerima bantuan pendidikan melalui program KJMU.

Tidak hanya berhenti pada jenjang sarjana, Pemprov DKI Jakarta kini memperluas cakupan bantuan pendidikan dengan membuka peluang bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

Pramono mengatakan, bantuan pendidikan dari pemerintah daerah ke depan juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa yang menempuh pendidikan Magister (S2) maupun Doktor (S3).

Kebijakan tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Jakarta maupun Indonesia.

Sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi muda berdaya saing global, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program beasiswa baru yang akan mulai direalisasikan pada tahun depan.

Program tersebut dirancang menyerupai skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan sasaran utama anak-anak berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan menyiapkan program beasiswa daerah semacam LPDP yang akan menyekolahkan 50 hingga 75 anak berprestasi dari keluarga tidak mampu ke luar negeri,” ungkap Pramono.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap putra-putri terbaik Jakarta memiliki kesempatan menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia tanpa terbebani keterbatasan ekonomi.

Program ini juga diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi pemimpin Jakarta yang memiliki kompetensi global.

Komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan melalui perhatian kepada anak-anak dari kelompok rentan yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyelenggaraan Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta Selatan.

Program tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, anak yang mengalami putus sekolah, maupun anak-anak dari keluarga yang mengalami permasalahan sosial, termasuk keluarga yang tidak utuh.

Menurut Pramono, hingga saat ini sekitar 100 anak telah mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 anak memperoleh beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Saat ini sudah tertampung kurang lebih 100 anak di Jakarta Selatan, dan 90 di antaranya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.

Melalui penguatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, peningkatan jumlah penerima beasiswa, hingga rencana pengiriman pelajar berprestasi ke luar negeri, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat Jakarta yang lebih sehat, cerdas, berdaya saing, serta memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang tanpa terkendala kondisi ekonomi. (RAM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *