Jakarta – Konsumen di pasar tradisional maupun modern perlu lebih berhati-hati saat membeli ayam potong. Pasalnya, praktik curang berupa ayam glonggongan masih marak terjadi.
Ayam glonggongan sengaja diberi air dalam jumlah berlebihan sebelum atau sesudah dipotong. Tujuannya agar bobotnya bertambah dan pedagang mendapatkan keuntungan lebih.
Namun, ayam glonggongan tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berisiko bagi kesehatan karena cepat membusuk dan terkontaminasi bakteri.
Agar tidak tertipu saat membeli ayam, berikut beberapa tips untuk mengenali ayam glonggongan dan memilih ayam segar berkualitas:
1. Perhatikan Tekstur Daging
Ayam glonggongan biasanya memiliki daging yang lebih lembek dan mudah hancur saat ditekan. Jika ditekan dengan jari, dagingnya juga cenderung mengeluarkan banyak air, yang menjadi tanda bahwa ayam tersebut telah dimasukkan cairan dalam jumlah tidak wajar.
2. Cek Warna Daging
Ayam segar memiliki warna merah muda yang cerah, sedangkan ayam glonggongan cenderung lebih pucat atau bahkan kebiruan, terutama di bagian kulit dan leher. Warna kebiruan ini menandakan adanya sisa darah yang tidak terbuang sempurna.
3. Tidak Terlalu Basah
Ayam normal memiliki permukaan daging yang lembab tetapi tidak mengeluarkan banyak air. Jika melihat genangan air di bawah ayam yang dijual, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa ayam tersebut merupakan ayam glonggongan.
4. Perhatikan Bobot vs Ukuran
Ayam glonggongan biasanya terasa lebih berat dibanding ukurannya yang tampak kecil. Ini disebabkan oleh air yang diserap tubuh ayam. Jika ayam yang terlihat kecil tetapi terasa berat, sebaiknya cari alternatif lain.
5. Cium Baunya
Ayam segar memiliki aroma khas daging yang tidak terlalu menyengat. Sebaliknya, ayam glonggongan sering kali berbau amis atau bahkan agak busuk akibat proses perendaman air yang tidak higienis.
6. Beli di Tempat Terpercaya
Untuk memastikan kualitas ayam yang dibeli, pilih pedagang atau toko yang sudah dikenal menjual ayam segar dan berkualitas. Jika memungkinkan, belilah ayam yang masih hidup dan dipotong langsung di tempat untuk menghindari ayam glonggongan.
7. Perhatikan Darah di Daging
Ayam glonggongan biasanya memiliki banyak darah yang menggumpal di bagian tubuh tertentu, terutama di bagian leher dan dada. Ini terjadi karena proses pemotongan yang kurang sempurna akibat ayam yang sudah mengalami perendaman air berlebih.
Dengan menerapkan tips di atas, maka bisa memilih ayam potong dengan produk yang lebih segar, sehat, dan aman dikonsumsi. Selain itu, kesadaran dalam memilih ayam yang berkualitas juga bisa membantu mengurangi praktik curang yang merugikan masyarakat.