SGU dan NJUIT Cetak SDM Berdaya Saing Lewat Otomasi Industri dan Bahasa Mandarin

Foto: Swiss German University (SGU) menggandeng institusi asal Tiongkok, Nanjing Vocational University of Industry Technology (NJUIT), untuk membekali civitas akademika dengan kompetensi manufaktur cerdas dan penguasaan bahasa Mandarin profesional. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan “Chinese Language + Smart Manufacturing” yang berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang. (Istimewa)

JAKARTAVIBES.COM – Swiss German University (SGU) menggandeng institusi asal Tiongkok, Nanjing Vocational University of Industry Technology (NJUIT), untuk membekali civitas akademika dengan kompetensi manufaktur cerdas dan penguasaan bahasa Mandarin profesional.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan “Chinese Language + Smart Manufacturing” yang berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Kampus SGU, Alam Sutera, Tangerang.

Pelatihan yang diikuti oleh 60 dosen dan mahasiswa dari Program Studi Mechatronics dan Teknik Industri ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan transformasi digital serta tingginya tuntutan industri global terhadap tenaga kerja berkeahlian ganda.

Program ini sendiri berada di bawah naungan 2026 ASEAN Local Young Teachers “Chinese Language + Vocational Skills” Training Program besutan Center for Language Education and Cooperation Kementerian Pendidikan Tiongkok, dengan menghadirkan tiga pakar dari NJUIT, yakni Zhang Haitao, Li Lianbo, dan Liu Jie.

Rektor SGU, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menyatakan bahwa penguasaan sains dan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi lintas budaya agar SDM nasional mampu bersaing di kancah internasional.

Melalui kemitraan ini, peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan simulasi proses manufaktur modern menggunakan platform 3D FactoryForge dan workstation PLC SemaPLC berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Cakupan materi pelatihan meliputi pelbagai topik mutakhir, seperti embodied intelligence, penerpan digital twin, pemesinan presisi, hingga teknologi pereduksi kecepatan (speed reducer) pada sendi robot humanoid.

Di samping penguatan kapasitas teknis, para peserta diajarkan kosakata Mandarin khusus industri guna memperlancar pertukaran pengetahuan dan kerja sama teknologi antarnegara.

Sebagai pelengkap rangkaian acara, SGU dan NJUIT juga menggelar diskusi akademik strategis guna menjajaki peluang pertukaran dosen, penyelarasan kurikulum, serta pemanfaatan bersama laboratorium simulasi virtual demi memperkuat kemitraan pendidikan tinggi kedua negara. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *