Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Perluas Akses Layanan Perbankan bagi UMKM

Bank Jakarta memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas akses layanan bagi UMKM guna menjaga kepercayaan nasabah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.

JakartaVibes.com, JAKARTA – Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Oleh karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi prioritas dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun,” kata Agus seusai mengikuti diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Dalam diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus menjelaskan bahwa penguatan tata kelola dilakukan melalui sejumlah langkah strategis. Di antaranya peningkatan kepatuhan, pengelolaan risiko, serta penguatan sistem pengendalian internal.

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus diterapkan secara konsisten untuk memastikan kegiatan operasional perbankan berjalan secara sehat, transparan, dan akuntabel.

Penerapan GCG juga dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memberikan rasa aman kepada nasabah dalam menggunakan berbagai layanan perbankan.

Baca Juga: Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Pembangunan Kota

Lima Prinsip Tata Kelola Jadi Landasan Kepercayaan Nasabah

Agus menjelaskan, terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan dalam penerapan tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

Kelima prinsip tersebut perlu dijalankan secara konsisten dalam setiap proses bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan.

“Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta,” ujarnya.

Menurut Agus, penguatan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan tata kelola yang semakin kuat, Bank Jakarta diharapkan mampu menjaga kepercayaan nasabah sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri perbankan.

Baca Juga: Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI Jakarta Bersama Bank Jakarta

Bank Jakarta Perluas Akses Layanan bagi Pelaku UMKM

Selain memperkuat tata kelola, Bank Jakarta juga mengembangkan strategi perluasan layanan bagi pelaku UMKM melalui pengembangan sentra mikro dan sentra UMKM.

Strategi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan masing-masing kelompok usaha. Agus menjelaskan, pendekatan pelayanan bagi pelaku usaha mikro berbeda dengan pelaku usaha kecil dan menengah.

Pelaku usaha mikro membutuhkan akses layanan yang lebih dekat dengan lokasi usaha maupun pasar tempat mereka menjalankan aktivitas ekonomi. Sementara itu, layanan bagi pelaku usaha kecil dan menengah dapat dipusatkan pada sentra-sentra tertentu.

“Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya,” jelas Agus.

Melalui pendekatan tersebut, Bank Jakarta berharap pelaku usaha mikro dapat lebih mudah menjangkau layanan perbankan, baik untuk kebutuhan transaksi maupun pembiayaan usaha.

Kehadiran sentra layanan yang sesuai dengan karakteristik pelaku usaha juga diharapkan dapat membantu memperluas akses keuangan dan mendukung pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi Jakarta.

Agus mengungkapkan, jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini mencapai sekitar empat juta orang. Jumlah tersebut menjadi salah satu gambaran jangkauan layanan perbankan yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta,” tegasnya.

Bank Jakarta Terbuka terhadap Kritik dan Masukan

Dalam kesempatan tersebut, Agus turut mengapresiasi LIGA Pro Jakarta yang telah menyelenggarakan diskusi sekaligus memberikan masukan bagi pengembangan Bank Jakarta.

Menurutnya, kritik dan saran yang konstruktif dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kinerja perusahaan.

“Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat yang akrab disapa Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.

Ia berharap Bank Jakarta terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya saing agar mampu bersaing dengan perbankan nasional maupun swasta.

“Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta,” pungkasnya.

Penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM menjadi sejumlah aspek penting dalam pengembangan Bank Jakarta. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu lembaga keuangan daerah yang mendukung aktivitas ekonomi dan pembangunan Jakarta.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *