Program “Mudik ke Jakarta” Dongkrak Wisata dan Transportasi Publik saat Lebaran 1447 H

Program “Mudik ke Jakarta” Pemprov DKI meningkatkan kunjungan wisata dan penggunaan MRT-LRT selama Lebaran 1447 H, dengan transaksi tembus Rp21 triliun.

JakartaVibes.com, Jakarta – Program “Mudik ke Jakarta” yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.

Lonjakan tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di Jakarta, serta melonjaknya penggunaan moda transportasi publik seperti MRT dan LRT.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan program ini tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga memperkuat peran transportasi publik dalam mendukung mobilitas warga.

“Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan,” ujar Gubernur Pramono saat menghadiri halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama aparatur sipil negara (ASN) di Pendopo Balai Kota, Rabu (25/3/2026).

Pemprov DKI mencatat jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai 135.117 penumpang, meningkat sekitar 59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, LRT Jakarta mencatat 9.987 penumpang atau mengalami kenaikan sekitar 6 persen.

Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik sebagai pilihan utama selama periode libur Lebaran.

Di sektor pariwisata, sejumlah destinasi unggulan juga mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.

Kawasan Monumen Nasional (Monas) mencatat 126.790 pengunjung, Taman Margasatwa Ragunan sebanyak 222.991 pengunjung, dan Taman Impian Jaya Ancol sekitar 155.000 pengunjung selama masa libur Lebaran.

“Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas,” kata Gubernur Pramono.

Baca Juga : Pemprov DKI Tegaskan Larangan Kendaraan Dinas Dipakai Mudik, Pelanggar Terancam Sanksi

Transaksi Ekonomi Tembus Rp21 Triliun

Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa nilai transaksi dalam program “Mudik ke Jakarta” telah mencapai sekitar Rp21 triliun menjelang Lebaran.

Pemprov DKI menargetkan nilai tersebut dapat melampaui Rp25 triliun hingga akhir Maret 2026.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari sektor transportasi, pariwisata, dan perhotelan.

Beberapa daerah juga turut berpartisipasi melalui program promosi, dengan kontribusi transaksi antara lain dari Semarang sekitar Rp8 miliar dan Surabaya sekitar Rp6,2 miliar.

Baca Juga : Pramono Anung Resmikan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, Tarif Awal Rp3.500

Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemprov DKI Jakarta memastikan peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik hingga Lebaran tetap diimbangi dengan pelayanan publik yang optimal.

“Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat,” ujar Gubernur Pramono.

Selain itu, Pemprov DKI juga menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil negara, dengan skema work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA) selama masa transisi pascalibur Idulfitri.

Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan layanan publik agar tetap berjalan tanpa gangguan.

“Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski ada fleksibilitas kerja,” tuturnya.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan beraktivitas, termasuk bekerja di Ibu Kota.

Namun, ia mengingatkan pentingnya kesiapan dan kapasitas individu agar dapat berkontribusi positif bagi pembangunan kota.

“Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja. Kami ingin setiap orang yang datang dapat berkontribusi positif,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *