Pramono Anung Siapkan Lahan Baru untuk Sekolah Rakyat di Jakarta, Dukung Target Tampung 1.000 Siswa

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. (Instagram @pramonoanung)

JAKARTAVIBES.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menyiapkan lahan tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat baru yang mampu menampung hingga 1.000 siswa di Jakarta.

Komitmen tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan yang diikuti oleh para orang tua dan calon peserta didik, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi masyarakat untuk melihat secara langsung proses pendidikan di Sekolah Rakyat sekaligus menyaksikan berbagai penampilan siswa yang telah mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun.

Dalam kesempatan itu, para siswa menampilkan beragam pertunjukan yang mencerminkan pengembangan karakter, kedisiplinan, serta bakat yang mereka miliki.

Mulai dari yel-yel penyemangat, baris variasi, tari Betawi, demonstrasi karate, pidato dalam tiga bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Pramono Anung.

Bahkan, ia mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya karena teringat perjalanan hidupnya ketika masih kecil.

“Kalau melihat tadi hari ini, saya terus terang Pak Menteri, dari tadi sebenarnya menyekat, meneteskan air mata. Karena saya mengalami yang kurang lebih sebenarnya sama dengan Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian,” kata Pramono.

Pramono kemudian menceritakan latar belakang kehidupannya yang berasal dari keluarga sederhana di Kediri, Jawa Timur.

Ia mengaku dapat melanjutkan pendidikan hingga meraih kesuksesan berkat adanya bantuan beasiswa dari pemerintah.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan telah mengubah jalan hidupnya.

Karena itu, ia memahami betul pentingnya kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kalau bukan karena bantuan pemerintah melalui beasiswa, enggak bakal bisa. Jadi itulah saya dari tadi mendengarkan apa yang disampaikan Pak Menteri Sosial, dan menikmati apa yang disampaikan oleh anak-anak,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Pramono, menjadi alasan kuat mengapa dirinya memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Pramono juga memberikan apresiasi atas perkembangan para siswa Sekolah Rakyat yang dinilainya menunjukkan semangat belajar, rasa percaya diri, serta karakter yang kuat.

“Apa yang ditampilkan anak-anak kita tadi luar biasa. Itu menjadi inspirasi. Menjadi inspirasi ke depan agar mereka semua betul-betul menjadi anak-anak yang tangguh,” ungkapnya.

Menurut Pramono, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang berasal dari keluarga miskin dan rentan.

Ia berharap para siswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dapat menjadi generasi yang mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa mendatang.

“Mudah-mudahan ini menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian,” tambahnya.

Pramono menegaskan, pengembangan Sekolah Rakyat juga sejalan dengan berbagai program pendidikan yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di antaranya adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program bantuan penebusan ijazah, hingga berbagai bentuk bantuan pendidikan lainnya bagi masyarakat kurang mampu.

Ia menyebutkan bahwa dari total peserta didik di SRMA 10 Jakarta Selatan, sebanyak 90 siswa telah tercatat sebagai penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Hal tersebut menunjukkan adanya sinergi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada anak Jakarta yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar kapasitas Sekolah Rakyat terus ditingkatkan sehingga mampu menampung lebih banyak peserta didik.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan program tersebut.

“Saya tentu juga menyambut baik karena Pak Gubernur ingin menyambut harapan Presiden agar khusus DKI Jakarta ada tambahan sekolah rintisan yang bisa menampung tidak kurang dari seribu siswa Sekolah Rakyat di Jakarta,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang secara keseluruhan ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.

Delapan lokasi di antaranya kini sedang menjalani proses renovasi, termasuk gedung-gedung yang berada di kawasan Pejompongan, Marunda, dan Curug.

Gus Ipul menambahkan bahwa penambahan kapasitas Sekolah Rakyat tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Namun, Jakarta dinilai membutuhkan percepatan pembangunan karena hingga saat ini baru memiliki satu Sekolah Rakyat permanen.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Gubernur Pramono memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap memberikan dukungan penuh, termasuk menyediakan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat baru.

“Jadi kami akan secara mendalam menyiapkan lokasi yang mungkin bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat dengan seribu siswa,” ujar Pramono.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pengembangan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkesinambungan, sekaligus mencetak generasi muda Jakarta yang berkarakter, mandiri, dan siap bersaing di masa depan. (RAM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *