Kapan Terjadi Lailatul Qadar, Simak Penjelasannya

Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang paling dinanti umat Islam di seluruh dunia, yakni Malam Lailatul Qadar.

JakartaVibes.com, Jakarta – Bulan Ramadan selalu menghadirkan satu malam yang paling dinanti umat Islam di seluruh dunia, yakni Malam Lailatul Qadar.

Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT.

Lantas, apa itu Malam Lailatul Qadar, kapan terjadinya, dan bagaimana cara seorang Muslim beribadah pada malam tersebut? Berikut ulasan lengkap berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih.

Baca Juga : Benarkah Setan Dibelenggu Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Pengertian Malam ليلة القدر dalam Al-Qur’an

Malam Lailatul Qadar dijelaskan secara khusus dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5.

Allah SWT berfirman bahwa malam seribu bintang itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu, para malaikat dan Ruh (Jibril) turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan.

Secara bahasa, “ليلة القدر” berarti malam kemuliaan atau malam penetapan.

Banyak ulama menafsirkan bahwa pada malam tersebut, Allah menetapkan takdir tahunan hamba-Nya, termasuk rezeki, umur, dan berbagai ketentuan kehidupan.

Baca Juga : Klaster 2 Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya

Kapan Terjadinya Malam ليلة القدر?

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan).

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad, beliau bersabda:

“Carilah ليلة القدر pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena waktu pastinya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir.

Baca Juga : Pemprov DKI Hentikan Pembangunan Lapangan Padel di RTH

Keutamaan Malam ليلة القدر

Berikut beberapa keutamaan Malam Lailatul Qadar yang perlu diketahui:

  1. Lebih baik dari seribu bulan – Setara dengan ibadah lebih dari 83 tahun.
  2. Turunnya malaikat ke bumi membawa rahmat dan keberkahan.
  3. Malam penuh ampunan dosa bagi mereka yang beribadah dengan iman dan penuh harap kepada Allah.
  4. Malam penuh kedamaian hingga fajar menyingsing.

Keutamaan ini menjadikan ليلة القدر sebagai momentum emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal ibadah.

Cara Beribadah Saat Malam ليلة القدر

Agar tidak melewatkan kemuliaan ليلة القدر, berikut amalan yang dianjurkan:

1. Salat Malam (Qiyamul Lail)

Salat tahajud dan tarawih menjadi ibadah utama. Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya secara signifikan di sepuluh malam terakhir Ramadan.

2. Memperbanyak Doa

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat ليلة القدر adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).

3. Membaca dan Tadabbur Al-Qur’an

Karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar, memperbanyak tilawah menjadi amalan utama.

4. I’tikaf di Masjid

Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

5. Bersedekah

Meningkatkan sedekah di sepuluh malam terakhir juga dianjurkan karena nilainya bisa berlipat ganda.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Beberapa riwayat menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadar, antara lain:

  • Udara terasa tenang dan sejuk
  • Malam terasa damai
  • Matahari terbit dengan cahaya lembut keesokan harinya

Namun, para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus pada tanda-tanda, melainkan pada peningkatan ibadah secara konsisten.

Mengapa Lailatul Qadar Penting bagi Umat Islam?

Malam Lailatul Qadar adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam konteks spiritual, malam ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri setelah menjalani puasa Ramadan.

Bagi umat Islam yang ingin meraih pahala maksimal di bulan Ramadan, memahami apa itu Lailatul Qadar dan cara beribadah pada malam tersebut menjadi hal yang sangat penting.

Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan yang terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Keutamaannya lebih baik dari seribu bulan dan menjadi kesempatan emas untuk meraih ampunan Allah SWT.

Cara terbaik menyambutnya adalah dengan memperbanyak salat malam, doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan melakukan i’tikaf.

Karena waktunya dirahasiakan, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *