Benjamin Netanyahu Diancam Dibunuh IRGC Bila Masih Hidup

Foto: Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). (Istimewa)

JakartaVibes.com, Jakarta –Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan akan menargetkan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.

Ancaman tersebut disampaikan IRGC di tengah perang yang masih berlangsung antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS).

“Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh,” tulis Garda Revolusi Iran melalui situs resmi mereka, Sepah News, seperti dikutip AFP, Minggu (15/3/2026).

Muncul Spekulasi Soal Keberadaan Netanyahu

Pernyataan keras IRGC itu muncul di tengah spekulasi publik mengenai keberadaan Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir.

Media NDTV melaporkan bahwa sejumlah unggahan di media sosial mempertanyakan keaslian video Netanyahu yang dirilis pada 13 Maret 2026.

Dalam video tersebut, sebagian pengguna internet menyoroti tampilan tangan Netanyahu yang terlihat memiliki enam jari.

Sehingga memunculkan dugaan bahwa rekaman tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga: Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Konflik Timur Tengah Masuki Pekan Ketiga

Spekulasi tersebut semakin memperkuat rumor mengenai kondisi dan keberadaan pemimpin Israel itu di tengah eskalasi konflik.

Perang Dimulai dari Serangan AS–Israel

Konflik bersenjata antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat bermula pada 28 Februari 2026 ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi energi global.

Netanyahu Sempat Menghilang

Di tengah meningkatnya serangan balasan dari Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat tidak muncul di hadapan publik selama beberapa waktu.

Menurut laporan Reuters, Netanyahu baru kembali muncul pada Jumat (13/3/2026) melalui sebuah sambungan video.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu terlihat berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan.

Ia menyatakan bahwa kondisi Iran telah mengalami perubahan signifikan setelah hampir dua pekan pemboman oleh Israel dan sekutunya.

“Iran tidak lagi sama,” kata Netanyahu.

Ia juga mengklaim bahwa Garda Revolusi Iran serta pasukan paramiliter Basij telah mengalami kerugian besar akibat serangan militer Israel.

Israel Ancam Serang Hizbullah

Selain menghadapi Iran, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melakukan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi Hizbullah yang sebelumnya menyerang Israel pada Senin (2/3/2026).

Namun ketika ditanya mengenai langkah militer selanjutnya terhadap Iran dan Hizbullah, Netanyahu memilih tidak membeberkan rencana lebih lanjut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah masih berpotensi terus meningkat dalam waktu dekat. (RAM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *