JakartaVibes.com, JAKARTA – Bank Jakarta memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan di Ibu Kota melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan biodigester komunal berbasis sampah organik di dua lokasi Jakarta Utara.
Program tersebut dilaksanakan di Rusunawa Rorotan, Cilincing, dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara. Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan di Rusunawa Rorotan, Senin (10/8/2026).
Groundbreaking dihadiri Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, pembangunan biodigester komunal menjadi bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta dalam membantu menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta, khususnya sampah organik.
Teknologi biodigester memungkinkan sampah organik diolah menjadi biogas sebagai sumber energi terbarukan, sekaligus menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Pembangunan biodigester di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” ujar Agus.
Baca Juga : OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Visi Jakarta Global City
Olah 500 Kilogram Sampah Organik per Hari
Program pembangunan dua biodigester tersebut menjadi bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta 2026, khususnya dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan pemanfaatan energi terbarukan.
Secara teknis, setiap unit biodigester dirancang mampu mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari. Dengan dua unit yang dibangun, kapasitas pengolahan sampah secara keseluruhan mencapai 500 kilogram per hari.
Dari kapasitas tersebut, kedua biodigester diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik biogas per hari. Selain menghasilkan energi terbarukan, pengolahan tersebut juga diperkirakan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 423 kilogram CO2e per hari atau setara 154,4 ton CO2e per tahun.
Pengolahan sampah dari sumber juga diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan dan pemrosesan sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Baca Juga: Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Pembangunan Kota
Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak sehingga membutuhkan kolaborasi dan kesinambungan program.
“Melalui pembangunan biodigester ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ucap Arie.
Menurutnya, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi faktor penting agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Program di Rorotan dan Rawa Badak juga menjadi kelanjutan dari kontribusi Bank Jakarta dalam pemanfaatan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan. Sebelumnya, Bank Jakarta telah mendukung pembangunan Instalasi Biodigester Komunal di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
“Pengalaman dari program biodigester di Pekayon menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi di bidang lingkungan. Kini, kami memperluas pemanfaatan teknologi biodigester yang berasal dari pengolahan sampah organik yang berasal dari sumber melalui program kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Arie.
Dukung Jakarta yang Lebih Berkelanjutan
Melalui pembangunan biodigester komunal tersebut, Bank Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat dapat semakin diperkuat. Program ini sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber energi dan produk yang memiliki nilai guna.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sebagai bagian dari ekosistem keuangan Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen memperkuat perannya dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota dengan solusi keuangan dan aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab.
Melalui program TJSL dan berbagai inisiatif berkelanjutan, Bank Jakarta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang.








