JakartaVibes.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi pendatang setelah Lebaran.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi maupun penyaringan khusus bagi warga yang datang ke Ibu Kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui wartawan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun, sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan yustisi ataupun screening untuk itu,” kata Pramono.
Menurutnya, kesempatan bekerja di Jakarta masih terbuka bagi pendatang. Disatu sisi dari mereka yang datang dari berbagai daerah masih menaruh harapan tinggi dan ingin mencari penghidupan di Ibu Kota.
Baca Juga : Festival Bedug 2026 Resmi Dibuka di TIM, Pramono: Tradisi Harus Dijaga
Pramono Ingatkan Kondisi Global
Namun demikian, Pramono mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati mengingat kondisi global yang saat ini penuh ketidakpastian dan berpotensi memengaruhi perekonomian.
Ia menyinggung sejumlah konflik internasional yang terjadi di berbagai kawasan dunia yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi global.
“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia seperti ini, ketika terjadi perang di berbagai kawasan, kita harus penuh kehati-hatian,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta memastikan telah melakukan berbagai persiapan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, terutama dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Pramono menegaskan bahwa stok pangan di Jakarta berada dalam kondisi aman dan lebih dari cukup, sehingga diharapkan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan selama Ramadan hingga Lebaran.
Baca Juga : Cap Go Meh 2026 di Glodok, Pramono Anung Tegaskan Harmoni Budaya Jakarta
“Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan juga Idul Fitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama kebutuhan utama seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” jelasnya.
Ia pun berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
“Stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” imbuh Pramono.









