JakartaVibes.com, Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto menghadiri kegiatan Misi Dagang dan Investasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Hotel Menara Peninsula, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (2/3).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas perdagangan antara DKI Jakarta dan Jawa Timur guna mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah serta menjaga stabilitas harga dan ketahanan ekonomi nasional.
Sekda Uus menegaskan, misi dagang merupakan instrumen penting dalam memperkuat integrasi pasar domestik.
“Bagi DKI Jakarta, misi dagang merupakan instrumen strategis untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasok, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis kolaborasi antardaerah,” ujarnya.
Sebagai pusat konsumsi, jasa, keuangan, dan distribusi nasional, DKI Jakarta memiliki peran sebagai market stabilizer dan financial hub.
Sementara itu, struktur ekonomi Jawa Timur didominasi sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang menjadi basis pasokan utama kebutuhan Jakarta.
“Jakarta bukan daerah produsen, melainkan daerah konsumen. Karena itu, kehadiran Jawa Timur menjadi salah satu penopang kebutuhan warga DKI Jakarta,” jelasnya.
Baca Juga : Jakarta Menuju Kota Global Berkelanjutan Lewat Ranperda RPPLH
Rekam Jejak Kerja Sama DKI–Jatim
Sinergi perdagangan DKI Jakarta dan Jawa Timur dinilai mampu menciptakan efek pengganda terhadap stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing nasional.
Kolaborasi kedua provinsi bukanlah hal baru. Pada 2021, DKI Jakarta dan Jawa Timur sukses menyelenggarakan misi dagang dengan komitmen transaksi lebih dari Rp750 miliar melalui 103 transaksi dagang.
Kemudian pada Juni 2025, kedua daerah menyepakati kerja sama prioritas melalui skema Fasilitas Mitra Praja Utama (MPU) yang mencakup:
- Ketahanan pangan
- Digitalisasi pelayanan publik
- Pariwisata
- Ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas)
- Penanganan bencana
- Kerja sama sosial
Kerja sama ini dirancang untuk memperkuat kerangka kolaborasi regional yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil konkret.
Baca Juga : Pemprov DKI Siapkan Haul Ulama Betawi di Monas
Khofifah: Bangun Ekosistem Rantai Pasok Tangguh
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa misi dagang bukan sekadar transaksi jual beli komoditas.
“Kita ingin memastikan apa yang dihasilkan petani, peternak, dan pelaku UMKM di Jawa Timur dapat terserap optimal di pasar Jakarta dengan harga stabil dan kualitas terjaga.
Ini adalah upaya bersama untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang negosiasi produktif yang mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan Jawa Timur maupun DKI Jakarta.
“Kolaborasi ini adalah wujud nyata semangat Mitra Praja Utama. Kita harus terus memperpendek rantai distribusi agar efisiensi ekonomi tercapai,” tuturnya.
Baca Juga: Iftar Bersama Dinas Pendidikan, Gubernur Pramono: Pendidikan Inklusif dan Transparan Jadi Prioritas
175 Pelaku Usaha Bangun Jejaring Bisnis
Sebagai informasi, kegiatan Misi Dagang dan Investasi ini menghadirkan 175 pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Timur.
Selain pameran produk unggulan, acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antarpelaku usaha untuk memperlancar arus distribusi barang antara kedua provinsi.
Misi dagang DKI Jakarta–Jawa Timur diharapkan mampu meningkatkan volume perdagangan, memperluas akses pasar, serta memperkuat integrasi ekonomi domestik sebagai fondasi ekonomi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.









