YouTube Down di AS, Ratusan Ribu Penggunanya Protes

Foto: YouTube Logo (Istimewa)

JakartaVibes.com, Jakarta – Layanan berbagi video YouTube dilaporkan mengalami gangguan (down) di Amerika Serikat pada Selasa (waktu setempat).

Mengutip hindustantimes.com, gangguan YouTube tersebut membuat ratusan ribu pengguna tidak bisa akses layanan secara normal.

Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan layanan digital, Downdetector, lebih dari 280.000 laporan masuk terkait masalah pada YouTube saat artikel ini ditulis.

Sebagian besar keluhan berkaitan dengan aplikasi seluler, meskipun sejumlah pengguna juga melaporkan kendala saat mengakses melalui situs web.

Tak hanya itu, layanan YouTube TV turut terdampak.

Downdetector mencatat lebih dari 7.000 laporan gangguan pada platform tersebut dalam periode yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak YouTube belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan.

Belum diketahui secara pasti faktor yang memicu lumpuhnya layanan tersebut.

Keluhan Pengguna YouTube Membanjiri Media Sosial

Sejumlah pengguna menyampaikan keluhan mereka melalui media sosial maupun kolom komentar di Downdetector.

Salah seorang pengguna menyebut bahwa video dalam daftar putar “Disukai” (liked playlist) masih dapat diputar.

Namun, pengguna lain mengaku tidak dapat masuk (login) ke akun mereka.

Ada pula pengguna yang membagikan tangkapan layar laman miliknya.

Ia menyebutkan bahwa halaman tersebut hanya menampilkan layar kosong tanpa konten apa pun.

“Satu-satunya yang tampak berfungsi adalah panel samping di sebelah kiri. Selebihnya tidak dapat diakses,” tulisnya.

Gangguan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna yang mengandalkan YouTube sebagai sumber hiburan maupun informasi.

Pengguna berharap pihak perusahaan segera memberikan klarifikasi serta memulihkan layanan secepatnya.

YouTube adalah sebuah situs web berbagi video asal Amerika Serikat yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005.

Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video.

Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna/kreator, termasuk klip film, klip TV, dan video musik.

Selain itu, konten amatir seperti blog video, video orisinal pendek, dan video pendidikan juga ada dalam situs ini.

Kebanyakan konten di YouTube diunggah oleh individu, meskipun perusahaan-perusahaan media seperti CBS, BBC, Vevo, Hulu, dan organisasi lain sudah mengunggah material mereka ke situs ini sebagai bagian dari program kemitraan YouTube.

Pengguna tak terdaftar dapat menonton video, sementara pengguna terdaftar dapat mengunggah video dalam jumlah tak terbatas.

Video-video yang dianggap berisi konten ofensif hanya bisa ditonton oleh pengguna terdaftar berusia 18 tahun atau lebih.

Pada November 2006, YouTube, LLC dibeli oleh Google dengan nilai US$1,65 miliar dan resmi beroperasi sebagai anak perusahaan Google.

(RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *