Pramono Tegaskan Budaya Betawi Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global.

JakartaVibes.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa budaya Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam transformasi Jakarta menuju kota global.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi dan berbuka puasa bersama Majelis Kaum Betawi (MKB) di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Senin (2/3).

Menurutnya, penguatan identitas Betawi harus diwujudkan secara konkret dalam kebijakan dan aktivitas pemerintahan, termasuk dalam kegiatan resmi di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta.

“Di Balai Kota, seluruh kegiatan resmi, termasuk pelantikan, menggunakan busana adat Betawi. Ini bentuk penghormatan dan penguatan identitas Jakarta,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov DKI Siapkan Haul Ulama Betawi di Monas

Revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin Senilai Rp15 Miliar

Sebagai langkah strategis melestarikan sejarah Betawi, Gubernur Pramono berkoordinasi dengan Ketua Umum Bamus Betawi, Fauzi Bowo, terkait rencana revitalisasi Museum Mohammad Hoesni Thamrin di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Revitalisasi museum tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp15 miliar dan ditargetkan menjadi pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif serta menarik bagi pelajar dan masyarakat luas.

“Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi para pelajar, selain Monas, Ancol, dan Taman Mini,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan memperkuat posisi museum sebagai pusat literasi sejarah Betawi sekaligus destinasi wisata edukasi di ibu kota.

Baca Juga: Iftar Bersama Dinas Pendidikan, Gubernur Pramono: Pendidikan Inklusif dan Transparan Jadi Prioritas

MTQ Berjenjang dan Penataan Ondel-Ondel

Dalam upaya konkret memperkuat nilai budaya dan keagamaan Betawi, Pemprov DKI Jakarta juga akan:

  • Menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) secara berjenjang mulai tingkat RT/RW hingga provinsi
  • Menggelar Haul Ulama Betawi dalam rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas
  • Menata pertunjukan ondel-ondel agar tampil di panggung resmi dan representatif, bukan lagi di pinggir jalan

Kebijakan ini bertujuan menjaga marwah budaya Betawi sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan agar lebih terhormat dan bernilai ekonomi.

Majelis Kaum Betawi Mitra Strategis Pemprov DKI

Pramono menegaskan, peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai, moralitas sosial, dan membina generasi muda agar tetap berakar pada tradisi Betawi di tengah arus globalisasi.

“Betawi sebagai akar budayanya. Maka peran Majelis Kaum Betawi sangat strategis dalam menjaga warisan nilai seiring transformasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada fondasi budaya dan moral yang kokoh,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperluas ruang kegiatan keagamaan dan kebudayaan guna menciptakan Jakarta yang harmonis, inklusif, dan tetap beridentitas kuat.

“Saya ingin tradisi Betawi ini bisa dipanggungkan ke panggung-panggung dunia,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *