Kanker di Usia Muda, Ini Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Usia 18–25 Tahun

Kanker kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa usia 18–25 tahun

JakartaVibes.com, Jakarta — Kanker kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa usia 18–25 tahun merupakan fase paling sehat dalam kehidupan.

Sehingga risiko penyakit serius seperti kanker dinilai sangat kecil. Namun, data epidemiologi justru menunjukkan bahwa dewasa muda tetap memiliki risiko kanker tertentu dengan karakteristik yang khas.

Menurut National Cancer Institute (NCI), kelompok Adolescents and Young Adults (AYA) memiliki pola kanker yang berbeda dibandingkan anak-anak maupun lansia.

Jenis kanker yang muncul pada usia muda bukan sekadar “versi lebih awal” dari kanker pada usia tua, melainkan memiliki karakter biologis dan distribusi yang unik.

Baca Juga : Benarkah Setan Dibelenggu Saat Ramadan? Ini Penjelasannya

Kanker di Usia Muda Punya Pola Berbeda

Secara umum, kanker berkembang akibat akumulasi mutasi genetik pada sel. Pada anak-anak, kanker sering berkaitan dengan kelainan genetik bawaan atau pembelahan sel yang sangat cepat.

Sementara pada lansia, kanker biasanya muncul akibat akumulasi kerusakan DNA selama puluhan tahun akibat penuaan dan paparan lingkungan.

Pada kelompok usia 18–25 tahun, spektrum kanker berada di antara keduanya. Berdasarkan laporan American Cancer Society, dewasa muda lebih sering mengalami kanker testis, kanker tiroid, limfoma Hodgkin, melanoma, serta peningkatan kasus kanker usus besar di usia di bawah 50 tahun.

Fakta ini menegaskan bahwa usia muda bukan jaminan bebas risiko kanker.

Berikut lima jenis kanker yang relatif sering menyerang kelompok usia dewasa muda.

Baca Juga : Kapan Terjadi Lailatul Qadar, Simak Penjelasannya

1. Kanker Testis

Kanker testis merupakan salah satu kanker paling umum pada pria usia 20–34 tahun.

Kanker ini berkembang dari sel germinal yang memproduksi sperma. Gejala awalnya sering berupa benjolan pada testis, rasa berat di skrotum, atau nyeri ringan yang kerap diabaikan.

Faktor risiko kanker testis meliputi riwayat testis tidak turun (kriptorkismus), riwayat keluarga, serta faktor genetik tertentu.

Kabar baiknya, kanker testis memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi jika terdeteksi dini. Oleh karena itu, pemeriksaan mandiri testis secara rutin sangat dianjurkan.

Baca Juga : Klaster 2 Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya

2. Kanker Tiroid

Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada wanita muda, meskipun pria juga dapat mengalaminya. Menurut NCI, kanker tiroid termasuk kanker yang paling sering terjadi pada kelompok AYA.

Sebagian besar kasus pada usia muda merupakan tipe papiler dengan prognosis yang baik.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain benjolan di leher, suara serak yang menetap, sulit menelan, dan pembesaran kelenjar getah bening. Paparan radiasi pada masa kanak-kanak diketahui dapat meningkatkan risikonya.

3. Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin adalah kanker kelenjar getah bening yang memiliki pola insiden bimodal, dengan puncak pertama pada usia dewasa muda dan puncak kedua pada usia lanjut.

Gejala umum meliputi pembengkakan kelenjar getah bening tanpa nyeri, demam berkepanjangan, keringat malam berlebihan, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Beberapa penelitian mengaitkan infeksi virus Epstein-Barr dengan peningkatan risiko penyakit ini.

Baca Juga : Pemprov DKI Hentikan Pembangunan Lapangan Padel di RTH

4. Melanoma (Kanker Kulit)

Melanoma adalah kanker kulit agresif yang berkembang dari sel melanosit.

Meski sering dikaitkan dengan usia tua, melanoma cukup sering ditemukan pada dewasa muda, terutama mereka yang terpapar sinar ultraviolet berlebihan atau menggunakan tanning bed.

Tanda-tanda melanoma dapat dikenali melalui prinsip ABCDE: Asymmetry, Border tidak teratur, Color tidak merata, Diameter lebih dari 6 mm, dan Evolving atau perubahan bentuk dan warna.

Deteksi dini sangat penting karena melanoma dapat menyebar dengan cepat.

Baca Juga : Daftar Lengkap Besaran Zakat Fitrah 2026 di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat

5. Kanker Usus Besar

Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi peningkatan signifikan kasus kanker usus besar (kolorektal) pada usia muda.

Studi yang dipublikasikan oleh National Cancer Institute menunjukkan tren kenaikan pada kelompok usia di bawah 50 tahun.

Faktor risiko meliputi pola makan rendah serat, konsumsi daging merah berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta perubahan mikrobiota usus.

Gejala awal dapat berupa perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, nyeri perut menetap, hingga anemia.

Baca Juga : Gubernur Pramono Hadiri JIS Ramadan Fest 2026, Dorong Pemanfaatan JIS sebagai Ruang Sosial

Pentingnya Kesadaran Kanker Sejak Usia Muda

Karena skrining kanker umumnya dimulai pada usia lebih tua, kanker pada dewasa muda sering terdiagnosis pada stadium lanjut.

Oleh sebab itu, peningkatan kesadaran terhadap gejala kanker di usia muda sangat penting agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *