JakartaVibes.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 H/2026 M bersama para ulama dan umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid, Jalan Cilangkap Baru, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga harmoni, persatuan, serta kondusivitas Ibu Kota Jakarta.
Menurutnya, Safari Ramadan merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan umat Islam Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata penguatan nilai-nilai keagamaan dalam merajut ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk.
Sebagai kota dengan tingkat keberagaman tinggi, Jakarta memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketenteraman bersama.
Pramono menilai, nilai Islam moderat (tawasuth) dan toleran (tasamuh), serta semangat kebhinekaan yang selama ini dikembangkan Nahdlatul Ulama menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berlandaskan keimanan dan kearifan budaya.
Baca Juga : Pemprov DKI Siapkan Haul Ulama Betawi di Monas
“Kami menyadari masih terdapat berbagai tantangan, seperti intoleransi, penyebaran hoaks, hingga provokasi berbasis identitas.
Dalam menghadapi situasi tersebut, kami sangat membutuhkan dukungan para ulama sebagai waratsatul anbiya untuk menenangkan suasana dan memperkuat persaudaraan,” tutur Pramono.
Tiga Gagasan Strategis Pemprov DKI Jakarta
Dalam Safari Ramadan tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan tiga gagasan utama untuk memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial di Jakarta:
Haul Ulama Betawi di Monas
Pemprov DKI Jakarta berencana menyelenggarakan haul ulama Betawi setiap bulan Juli dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta.
Kegiatan ini akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas) sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh yang berjasa bagi Ibu Kota.
MTQ dari Tingkat RT hingga Provinsi
Pramono mendorong agar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) kembali digiatkan hingga tingkat paling bawah, mulai dari RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, hingga provinsi.
Para juara akan memperebutkan Piala Gubernur sebelum melaju ke tingkat nasional. Program ini diharapkan mampu menjaring bakat generasi muda sekaligus memperkuat syiar Islam di Jakarta.
Jaga Jakarta di Tengah Dinamika Global
Di tengah dinamika global yang memanas, Gubernur Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keteguhan, kenyamanan, keselamatan, dan kebahagiaan warga Jakarta.
“Mari kita jaga keteguhan, kenyamanan, keselamatan, dan kebahagiaan warga Jakarta. Ini adalah tugas kita bersama,” ajaknya.
Baca Juga: Iftar Bersama Dinas Pendidikan, Gubernur Pramono: Pendidikan Inklusif dan Transparan Jadi Prioritas
Tema Ramadan 2026: “Mudik ke Jakarta”
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan tema Ramadan dan Idulfitri tahun ini, yakni “Mudik ke Jakarta”.
Pemprov DKI Jakarta akan memberikan berbagai insentif, termasuk potongan pajak serta penggratisan sarana transportasi umum saat Idulfitri, guna mendorong masyarakat merayakan kebersamaan di Jakarta.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi dan sosial selama momentum Lebaran 2026.
Baca Juga : Pemprov DKI Hentikan Pembangunan Lapangan Padel di RTH
Ajak Ulama dan PWNU Terus Bersinergi
Menutup sambutannya, Gubernur Pramono mengajak para ulama, tokoh agama, PWNU, serta keluarga besar Pondok Pesantren Al Hamid untuk terus bersinergi menjaga suasana Jakarta yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
“Saya mengajak para ulama, tokoh agama, PWNU, dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Hamid untuk terus bersinergi menjaga suasana Jakarta yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Safari Ramadan 1447 H/2026 M ini menjadi momentum penting bagi Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat kolaborasi ulama dan umara, menjaga toleransi, serta memastikan Jakarta tetap harmonis di tengah tantangan sosial dan dinamika global.









