JakartaVibes.com, Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bergerak cepat mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat longsor TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu (8/3).
Langkah cepat dan terkoordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, penanganan korban, serta stabilisasi area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah Jakarta dapat segera dipulihkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan sejak laporan kejadian diterima, DLH langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan penanganan bersama berbagai instansi terkait. Operasi tanggap darurat dipimpin langsung oleh Asep Kuswanto di lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan longsor di TPST Bantargebang antara lain Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujar Asep.
Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Sediakan Layanan Pemakaman Gratis di 82 TPU
4 Nyawa Tertimbun Sampah
DLH DKI Jakarta juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa longsor TPST Bantargebang tersebut.
Berdasarkan data sementara, insiden ini menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yaitu Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25), seorang pemulung yang beraktivitas di area TPST dan Iwan PJLP Sudin LH Jakarta Utara.
Selain itu, seorang pengemudi truk dari Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan. Korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan kini telah diperbolehkan pulang.
Dalam proses evakuasi longsor TPST Bantargebang, tim gabungan berhasil mengevakuasi lima dari total tujuh truk yang terdampak longsoran.
Sementara dua unit truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin.
“Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan korban luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah, serta diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” jelas Asep.
Baca Juga : Pramono Minta Pemudik Laporkan Rumah ke RT/RW Sebelum Mudik Lebaran
13 Alat Berat Tangani Longsor TPST Bantargebang
Untuk mempercepat proses penanganan bencana longsor di TPST Bantargebang, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi.
Alat berat tersebut bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi kendaraan dan korban.
Di saat yang sama, langkah stabilisasi area timbunan sampah juga dilakukan guna mencegah potensi longsor susulan.
Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.
“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” kata Asep.
Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan.
Baca Juga : Pramono Anung Larang PNS DKI Bawa Mobil Dinas
Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta. Sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
DLH juga meminta seluruh jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah DKI Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan sekaligus meminimalkan antrean truk selama proses penanganan di area terdampak.
“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” tutup Asep.









